7 Cara Menghindari Gaya Hidup Konsumtif dan Hedonisme, Biar Kamu lebih Bahagia

Kebiasaan untuk selalu memenuhi segala keinginan, bagi sebagian orang, dianggap sebagai cara untuk meraih kebahagiaan. Apalagi, manusia mempunyai sifat dasar cenderung untuk mencari kenikmatan dan menjauhi kesengsaraan. Namun, apakah upaya menuruti gaya hidup konsumtif dan hedonisme seperti itu benar-benar memberi rasa bahagia?

Kebiasaan menuruti segala keinginan bakal membuat kamu sangat boros. Alih-alih kebahagiaan, kamu bakal berkutat dengan permasalahan finansial yang tak kunjung selesai. Padahal, tidak semua hal yang kamu inginkan benar-benar dibutuhkan. Alhasil, kamu pun selalu merasa kekurangan, terlepas dari seberapa besar penghasilan yang dimiliki.

Faktor Penyebab Munculnya Gaya Hidup Konsumtif

Gaya hidup konsumtif dan hedonisme adalah kebiasaan yang harus benar-benar kamu jauhi. Untuk bisa menghindarinya, kamu perlu terlebih dahulu mengetahui faktor yang menjadi penyebab munculnya kebiasaan tersebut, yaitu:

1. Lingkungan Pergaulan

Faktor utama yang menyebabkan munculnya kebiasaan konsumtif dan hedonisme adalah lingkungan. Kamu akan memiliki kecenderungan hidup yang boros dan mewah ketika berada di lingkungan orang-orang boros. Kebiasaan konsumtif kamu lakukan dengan tujuan untuk mengikuti standar gaya hidup orang-orang di sekitarmu.

2. Butuh Pengakuan Diri

Penyebab munculnya gaya hidup konsumtif selanjutnya adalah kebutuhan terhadap pengakuan diri. Kamu mengeluarkan uang secara boros dengan harapan memperoleh pengakuan dari teman, saudara, dan orang-orang terdekat. Pengakuan dari mereka membuat kamu bisa mendapatkan perhatian lebih banyak dan bisa lebih percaya diri.

3. Fear of Missing Out (FOMO)

Konsumtif dan hedonisme juga bisa terjadi ketika seseorang fear of missing out atau FOMO. Kamu merasa perlu untuk mengikuti tren yang tengah berlangsung. Kalau tidak, kamu merasa seperti ketinggalan dan muncul rasa cemas serta ketakutan. FOMO akan membuat kamu selalu merasa tidak puas dengan keadaan saat ini.

4. Kemudahan Dalam Berbelanja

Penyebab terjadinya kebiasaan konsumtif yang berikutnya adalah kecanggihan teknologi. Teknologi saat ini memberi kemudahan seseorang dalam melakukan aktivitas belanja. Kemudahan tersebut selanjutnya mendorong kamu untuk belanja barang lebih banyak. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kalau kamu bisa belanja online setiap hari.

Tips Menghindari Gaya Hidup Konsumtif dan Hedonisme

Menghindari kebiasaan hidup konsumtif dan hedonisme memang sangat sulit. Namun, itu bukanlah hal yang mustahil. Kamu bisa melakukannya dengan mempraktikkan beberapa tips sebagai berikut:

1. Tetapkan Anggaran Keuangan

Tips pertama yang harus kamu lakukan untuk bisa meminimalkan kebiasaan konsumtif adalah dengan menyusun anggaran keuangan. Penyusunan anggaran ini penting untuk kamu lakukan. Keberadaan anggaran bisa membantu kamu dalam melakukan pembagian porsi pengeluaran sesuai dengan tujuan masing-masing.

Cara penyusunan anggaran keuangan bisa kamu lakukan secara fleksibel, dengan memperhatikan tingkat kebutuhan dan keinginan masing-masing. Biar tidak terlalu boros, tetapkan anggaran berdasarkan skala prioritas. Utamakan kebutuhan pokok. Kalau semua kebutuhan pokok terpenuhi, kamu bisa mengalokasikan anggaran untuk keinginan.

2. Lakukan Pencatatan Setiap Pengeluaran

Keberadaan anggaran akan sia-sia kalau kamu tidak menerapkannya secara disiplin. Sikap disiplin dalam pemakaian uang sangat sulit. Kamu perlu memaksa diri sendiri untuk disiplin menggunakan uang dengan cara melakukan pencatatan setiap pengeluaran. Biar praktis, pertimbangkan untuk memanfaatkan aplikasi pencatat keuangan.

Adanya catatan pengeluaran bisa membantu kamu dalam melakukan evaluasi keuangan secara menyeluruh. Kamu dapat melihat rekam jejak pemakaian uang bulanan. Dari situ, kamu dapat mempertimbangkan untuk menghilangkan pengeluaran-pengeluaran yang dianggap tidak terlalu penting.

3. Pemisahan Rekening

Upaya menghindari gaya hidup konsumtif dan hedonisme berikutnya bisa kamu lakukan dengan memisahkan rekening. Kamu dapat memakai beberapa rekening berbeda dengan memperhatikan fungsi pemakaiannya. Sebagai contoh, satu untuk rekening tabungan dan rekening lain dipakai untuk keperluan sehari-hari.

Pemisahan rekening dapat membantu kamu agar lebih disiplin dalam menggunakan uang. Kamu akan dipaksa untuk tidak menyentuh uang yang tersimpan di rekening tabungan. Di waktu yang sama, kamu juga akan berupaya secara maksimal untuk memanfaatkan uang sehingga mampu memenuhi kebutuhan bulanan.

4. Hindari Utang

Cara mendapatkan utang di era digital seperti sekarang sangat mudah. Kamu bisa memperoleh utang dalam nominal berapa saja cukup dengan memanfaatkan internet. Namun, kamu perlu memahami kalau utang merupakan cara cerdas untuk menyembunyikan kondisi kesehatan keuangan.

Oleh karena itu, biasakan untuk menghindari utang. Kalau saat ini masih mempunyai tanggungan utang, prioritaskan untuk segera melunasinya. Apalagi, kalau utang tersebut mempunyai beban bunga yang sangat tinggi.

5. Batasi Penyimpanan Uang di Dompet Digital

Keberadaan teknologi dompet digital memberi keleluasaan bagi kamu dalam melakukan aktivitas belanja. Apalagi, banyak penjual online yang kerap menawarkan promo atau diskon untuk pembayaran dengan dompet digital tertentu. Alhasil, kamu bakal punya kecenderungan menghabiskan uang yang tersimpan di dompet digital.

Solusi yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya adalah dengan meminimalkan jumlah uang di dompet digital. Dengan begitu, kamu tidak akan mudah tergoda untuk melakukan aktivitas belanja barang yang tidak benar-benar dibutuhkan.

6. Mulai Berhemat dari Hal-Hal yang Terlihat Sepele

Terakhir, kamu perlu membiasakan diri untuk terbiasa hemat mulai dari hal-hal yang kecil. Beberapa kebiasaan sepele tetapi bisa membantu kamu dalam berhemat dan menjauhi gaya hidup konsumtif di antaranya adalah:

Bawa bekal makan siang. Dengan cara ini, kamu dapat menghilangkan alokasi dana untuk beli makan siang di warung atau kantin. Kamu pun bisa memilih menu secara lebih bebas dan sesuai selera.
Simpan uang kembalian. Setiap berbelanja, kamu sering memperoleh kembalian dalam bentuk uang receh. Pertimbangkan untuk menyimpan uang receh tersebut dalam wadah khusus. Dalam beberapa waktu, kamu akan terkejut dengan jumlah uang yang berhasil dikumpulkan.
Hemat paket data. Jangan terbiasa untuk menyalakan paket data sepanjang hari. Pakai kalau hanya butuh. Selain itu, pertimbangkan untuk memanfaatkan hotspot WiFi yang tersedia, baik di rumah, kantor, maupun tempat umum.

7. Investasi

Kalau ingin hemat dan menjauhi gaya hidup konsumtif, pertimbangkan untuk mulai berinvestasi sejak saat ini. Investasi mengajarkan kamu untuk bisa hidup hemat. Di waktu yang sama, investasi adalah upaya yang dapat kamu lakukan untuk memperoleh pemasukan ekstra.

Hanya saja, kamu perlu cermat dalam memilih investasi. Jangan sampai tergiur oleh penawaran investasi bodong yang menjanjikan untung selangit dalam jangka pendek. Sebagai gantinya, pilih investasi konvensional yang terjamin keamanannya. Sebagai rekomendasi, kamu bisa memilih berinvestasi emas.

Itulah beberapa tips yang dapat kamu lakukan sebagai upaya menghindari gaya hidup konsumtif dan hedonisme. Dengan mempraktikkan tips-tips tersebut, kamu bisa berkembang jadi pribadi yang lebih hemat dan bahagia.

Baca Juga :

19 Bisnis Online Tanpa Modal yang Menguntungkan
Ingin Buka Online Shop, Ketahui dulu 8 Usaha Online Shop Terlaris Berikut
Pengertian, Tujuan, dan Pengaruh Ekonomi Makro terhadap Bisnis dan Kehidupan
Pengertian Ekonomi Kreatif: Ciri-Ciri, Jenis, dan Manfaatnya Bagi Negara Indonesia
10 Tips Sederhana Memulai Pola Hidup Sehat agar Panjang Umur
7 Cara Menghindari Gaya Hidup Konsumtif dan Hedonisme, Biar Kamu lebih Bahagia
5 Pelatih Klub Liga Inggris yang Berasal dari Inggris pada 2022-2023, Nomor 1 Juru Taktik Baru Chelsea
5 Stadion Megah Milik Klub Raksasa Sepak Bola Spanyol, Tempat Berlangsungnya La Liga
5 Stadion Sepak Bola Terbesar di Indonesia dengan Kapasitas Penonton Terbanyak
Made in Indonesia, 5 Merek Sepeda Ini Terkenal di Dalam dan Luar Negeri!