29 Oktober Juga Diperingati Hari Kucing Nasional, Apakah Kamu Memeliharanya?

Jakarta – Kalian mengaku sebagai pecinta kucing? Apakah kalian sudah merayakan Hari Kucing Nasional bersama anak bulu (anabul) kalian?

29 Oktober, tepatnya hari ini, Sabtu (29/10/2022), merupakan hari yang tepat untuk kalian memberikan perhatian lebih kepada kcuing kalain.

Para pemelihara kucing, istilah majikan diberikan untuk sebutan anabul mereka. Sedangkan babu adalah mereka yang merawat kucing.

Menurut mereka si pencinta kucing, kucing merupakan hewan baik yang sangat manja. Meski demikian, tak jarang pemilik kucing betina melakukan streril untuk mengurangi populasi kucing mereka.

Hampir setiap sudut jalan dan tempat kita berjumpa dengan kucing. Dilansir National Day Calendar, tempat penampungan kucing penuh dengan kucing yang membutuhkan tempat tinggal bagi dirinya.

Haya, salah satu ‘majikan’ anabul mengatakan dirinya menyukai kucing sejak masih sekolah dasar (SD). Karena menurut Haya, kucing lucu maka dirinya menerima tawaran orang tuanya untuk memelihara kucing.

“SD deh, suka aja gitu sama kucing yang kadang dateng ke rumah. Terus waktu itu orang tua ditawarin buat adopsi kucing, terus karena lucu juga ya kucing persia jadinya diambil deh,” kata Haya kepada wartawan Liputan6.com, Sabtu (29/10/2022).

Sedangkan menurut Mika, dirinya tidak menyukai kucing karena bulunya dan kucing juga sering mencuri makanan yang ada di meja.

“Karena saya tidak begitu suka bulunya, alasan lainnya juga karena kadang kucing suka makan sembarangan yang disimpen di atas meja,” jelas Mika.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan sebelum Memelihara Anabul

Meski banyak anggapan kucing bisa mandi sendiri dengan menjilat tubuhnya dan bisa mencari makan sendiri. Namun kalian perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memeliharanya, diantaranya dilansir National Day Calendar:

1. Pertimbangkan gaya hidup kalian: apakah kalian punya waktu untuk merawat kucing baik anak kucing yang masih aktif atau kucing dewasa lebih?

2. Lakukan beberapa kunjungan sebelum membuat pilihan: terkadang, kucing mendengkur akan memilih kalian. Artinya saay mengadopsi kucing, sebaiknya tunggu hingga kucing yang mendekati kalian.

3. Habiskan waktu bersama kucing sehingga kalian memiliki waktu meowment untuk mengenal satu sama lain.

4. Jika memiliki anabul lain, sebelum menyatukannya dalam satu kandang, sebaiknya dikenalkan untuk memastikan kepribadian mereka menyatu atau tidak

5. Siapkan tempat atau kandang bagi anabul untuk dekompresi dan menyesuaikan diri dengan tempat tinggal barunya. Jangan kaget jika dia bersembunyi pada awalnya. Ini adalah perilaku kucing yang normal.

Hasil Survei: Pria Cenderung Tidak Menyukai Kucing

Siapa sangka hasil survei Liputan6.com melalui Instagram, sebanyak 70 persen followers, kebanyakan laki-laki, memilih tidak pelihara kucing karena tidak suka. Namun beberapa di antaranya menjawab karena pernah dicakar kucing:

“Karena saya tidak begitu suka bulunya, alasan lainnya juga karena kadang kucing suka makan sembarangan yang didismpen di atas meja,” ucap Mika.

“Kucing itu menurutku suka ga teratur, kotor, dan kalo buang air sembarangan. Sehingga takutnya pengelola repot bersihinnya. Aku ga takut kucing sih, cuman kalau punya kucing di rumah, repot banget ngurusnya,” kata Katon.

“Alasan awalnya karena ada trauma saat saya kecil dulu karena dicakar kucing dan juga tidak cocok dengan bulu kucing. Bisa di bilang juga alergi karena jika terkena bulu kucing pasti flu,” ucap Clemens.

“Ga ada trauma atau apa pun. Cuma emang ga pengen aja,” ujar Ranu.

“Suka ganggu, gak trauma or anything,” kata Olvan.

“Karena waktu kelas 6 SD itu lagi main sama kucing terus kucingnya tiba-tiba nyakar tangan gua. Padahal awalnya kucingnya yang nyamperin,” kata Brave.

“Dulu pas masih kecil pernah dicakar sama kucing sampai luka lalu nangis. Alasan kedua, kucing sering ngambil makanan di rumahku maka dari itu saya kurang menyukai kucing,” jelas Phaput.

“Karena kucing itu menyimpan banyak macam penyakit di tubuhnya makanya gak suka,” tutup Hardanto.

Meski demikian, ternyata ada juga perempuan tidak suka dengan kucing yang katanya lucu. Beberapa di antaranya:

“Tidak suka kucing karena dulu saat masih SD pernah dicakar kucing dan pas kena mata juga. Jadi sekarang ga suka kucing, terus kucing tu suka pup sama pipis sembarangan jadi bau bikin muntah,” jelas Pipit.

“Alasannya karena pernah dicakar jadi makin takut, selain itu juga bulunya gampang rontok bikin penyakit toxo, ga bisa diajak jogging,” jawab Bunga.

“Karna bulu dan karna kucing pupnya bau banget, kedua karena bulunya agak risih sih dan kurang friendly menurut ku,” tutup Rara.

Kata Mereka Pecinta Kucing

Berdasarkan survei wartawan Liputan6.com melalui Instagram, sebanyak 70 persen followers (kebanyakan laki-laki) memilih tidak pelihara kucing karena tidak suka.

Namun, masih ada 30 persen yang memilih pelihara kucing karen suka. Di antaranya memelihara kucing karena lucu:

“Buat kesenangan pribadi, pulang kerja capek bisa untuk menghiangkan stres, hiburan juga, karena lucu, dan teman juga,” kata Aloysia.

“Tidak setiap waktu pelihara sih, pernah juga beberapa tahun tidak pelihara kucing. Kalo sekarang karena ada terus kucing dateng, ya dipelihara aja. Sukanya tu nurut, mau manja-manjaan sama kita, ditreatment jadi gemoy,” jawab Futa.

“Alasannya sih waktu itu orang tua ditawarin buat adopsi kucing, terus karena lucu juga ya kucing persia jadinya diambil deh,” jelas Haya.

“Kucingnya dateng sendiri kerumah dan selalu di rumah otomatis aku rawat, nge-adopt juga karena dikasih dan ada juga yang aku ambil dia kasihan sendiri masih kecil kurus,” ucap Verine.

“Soalnya tingkah polosnya gemes dan mukanya lucu,” tutup Sherina.

Cara Merayakan Hari Kucing Nasional

Berikut sederet cara yang bisa kamu lakukan untuk ikut merayakan Hari Kucing Nasional:

1. Kalian bisa mengadposi kucing baru untuk menambah teman

2. Beri perhatian lebih pada anabul kalian seperti membelikan baju, grooming, memberi makanan yang spesial, dan lain-lain

3. Abadikan momen saat kalian sedang main bersama atau bergaya bersama.

4. Share momen tersebut di media sosial dengan menggunakan hastag #NationalCatDay

Stop! Menyiksa Kucing

Kucing memang hewan yang manja dan juga nakal. Namun bagi si pecinta dan bagi yang tidak suka kucing, mereka sama-sama berpendapat jika tidak suka dengan kucing jangan menyiksanya.

“Takutin kalau masih gak mempang ciprat air, kalau masih gak mempan juga langsung siram pake air yang air keran. Kalo mereka suka yaudah itu hak mereka kalo cat abuse sih ngga kasian, ciprat air aja juga cukup,” kata Olvan.

“Kalo ga suka mending pergi ngehindar aja ga perlu sampe nyiksa kucing karna kasian aja kadang liat kucing dijalan yang luka gara-gara disiksa,” jelas Bunga.

“Kalo yang suka nyiksa sih agak kasian ya kucingnya. Ga suka bukan berarti bisa nyiksa,” ucap Ranu.

“Keterlaluan sih. kalau tidak suka ya biarin aja dong. gausah sampai menyiksa,” jawab Futa.

“Meskipun gua nggak suka kucing, tapi kalo ada kucing yang disiksa, gua tetep benci sama orang itu dan memperingatkan orang itu sih karena kucing itu kan mahkluk hidup yang seharusnya disayang bukan ditendang,” tutup Brave.

Penyakit Toxo Bukan Alasan Tidak Memelihara Kucing

Penyakit kucing salah satunya toxoplasma erat bagi mereka ‘babu’ kucing. Namun hal tersebut tidak menjadi alasan untuk tetap memelihara kucing dan tidak kuatir juga. berikut tanggapannya:

“Tidak khawatir sih, selalu jaga kebersihan. Semisal habis pegang kucing cuci tangan. Penyakit itu bukan menjadi alasan untuk tidak menyentuh dan menyayangi kucing. Banyak jalan alternatifnya untuk mencegah dan mengobati,” jelas Futa.

“Gak khawtair dan percaya kalau baik-baik aja. pokoknya senenag dan dijalankan,” kata Aloysia.

“Kalo gua pribadi sih ga terlalu khawatir, karena kucingnya ga dilepas bebas gitu loh. jadi kucingnya di dalem rumah aja dan ga dibolehin naik ke kasur. Udah gitu kalo mereka abis BAB atau pipis, di-make sure dulu kalo mereka tuh bener2 sampe bersih baru boleh main,” terang Haya.

Namun beda halnya dengan Verine yang kuatir terkena toxo saat memelihara kucing.

“Khawatir memang iya, namun bisa kok mencegahnya dengan hal-hal kecil karena aku sayang banget sama mereka kan sungguh butuh bantuan dari manusia supaya mendapatkan nutrisi, tempat berlindung, bahkan pengobatan mereka bukan kayak manusia yang mudah adaptasi dengan lingkungan yg bisa cari apapun untuk bahan pangan kelanjutan hidup,” tutup Verine.